30+ Contoh Ra' Tafkhim dalam Al-Qur’an beserta Surat dan Ayatnya



Contoh ra tafkhim berikut ini disajikan sebagai pelengkap materi macam hukum ra tafkhim yang juga akan diulas dalam artikel di bawah. Penomoran yang digunakan contoh, bisa Anda abaikan jika itu mengganggu. Sebab, penomoran tersebut sifatnya tidak terlalu penting.

Hanya sekadar untuk memastikan contoh tersebut berada urutan ke berapa dari seluruh contoh yang ada.

Materi 1: Ra fathah dan ra dlummah

Setiap ra yang difathah atau didlummah, selalu dibaca tafkhim. Tidak peduli apakah ra tersebut berada di awal kata atau di tengah kata. Baik menyandang tasydid atau tidak menyandang tasydid.
  1. كُلَّمَا رُزِقُوا [البقرة/25]ْ
  2. عِشْرُونَ [الأنفال/65]
  3. وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ [البقرة/125]
  4. رَبُّنَا [الأعراف/149]
  5. الْآَخِرَةِ [الأعراف/147]
  6. شُرَّعًا [الأعراف/163]

Materi 2: Ra sukun di tengah dan akhir kata dengan syarat tertentu

Ra sukun boleh dibaca tafkhim dengan beberapa syarat. Namun, berbeda dengan syarat pada ra sukun yang dibaca tarqiq. Ra sukun yang dibaca tafkhim hanya perlu satu syarat untuk dibaca tafkhim. Syaratnya adalah:
  • Sebelum ra sukun terdapat harakat fathah atau dlummah. Seperti contoh berikut:
  1. لَا تَرْفَعُوا [الحجرات/2]
  2. يَرْضَوْنَهُ [الحج/59]
  3. يُرْزَقُونَ [آل عمران/169]
  4. وَمَا نُرْسِلُ [الأنعام/48]
  5. ارْكُضْ [ص/42]
  • Sebelum ra sukun terdapat harakat kasrah, tetapi bukan harakat asli. Melainkan harakat yang dipasang untuk membantu cara membaca saja. Meskipun ra sukun dan harakat kasrah berada dalam satu kata atau bahkan berada dalam kata berbeda, ra tetap dibaca tafkhim. Contoh ra tafkhim yang memiliki syarat di atas adalah:
  1. ارْجِعُوا [يوسف/81]
  2. إِنِ ارْتَبْتُمْ [المائدة/106]
  3. أَمِ ارْتَابُوا [النور/50]
  • Sebelum ra sukun adalah kasrah asli. Hanya saja, ra sukun dan kasrah tersebut tidak berada dalam satu kata yang sama.
  1. إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى [الأنبياء/28]
  • Sebelum ra sukun merupakan kasrah asli. Ra sukun dan kasrah tersebut juga berada di dalam satu kata yang sama. Tetapi, setelah ra sukun terdapat huruf isti’la. Huruf isti’la sendiri adalah huruf-huruf yang terkumpul dalam lafadz: خص ضغط قظ
  1. مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ [التوبة/122]

Materi 3: Ra sukun yang sebelumnya adalah harakat kasrah, dan setelahnya adalah huruf isti’la’

Ra sukun yang sebelumnya adalah harakat kasrah, dan setelahnya adalah huruf isti’la’, harus dibaca tafkhim dengan dua syarat. Syarat tersebut adalah:
  • Huruf ra sukun dan huruf isti’la berada dalam satu kata yang sama.
  • Huruf isti’la’ setelah ra sukun, tidak menyandang harakat kasrah.
  1. فِي قِرْطَاسٍ [الأنعام/7]
  2. لَبِالْمِرْصَادِ [الفجر/14]

Materi 4: Ra sukun yang sebelumnya adalah harakat kasrah, dan setelahnya adalah huruf isti’la’, tetapi berharakat kasrah.

Sebelum ra sukun adalah harakat kasrah. Setelah ra sukun adalah huruf isti’la’ yang berharakat kasrah juga. Hukum ra sukunnya bagaimana?

Ada yang berpendapat hukumnya tarqiq. Ada yang berpendapat hukumnya tafkhim. Pendapat yang lebih banyak memang dihukumi tarqiq.

Tetapi, jika mengikuti pendapat yang menghukumi tafkhim pun tidak apa-apa. Alasan ra tersebut dihukumi tarqiq adalah karena huruf isti’la’ berharakat kasrah. Alasan ra dibaca tafkhim adalah karena setelah ra adalah huruf isti’la’.
  1. فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ  [الشعراء/63]

Materi 5: Ra sukun yang berada di ujung kata

Ra sukun yang berada di ujung kata, bisa dibaca tafkhim jika sebelumnya adalah harakat fathah atau dlummah.
  1. فَلَا تَقْهَرْ [الضحى/9]
  2. فَلَا تَنْهَرْ [الضحى/10]
  3. انْظُرْ كَيْفَ [النساء/50]
  4. وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ [المدثر/5]

Materi 6: Ro yang sukun karena waqaf

  • Ra yang disukun karena arti waqaf bisa ditafkhim jika sebelumnya adalah harakat fathah atau dlummah. Meskipun di antara ra dan harakat fathah atau dlummah terdapat huruf mati.
  1. الْقَمَر [الأنعام/77]
  2. تُغْنِ النُّذُر [القمر/5]
  3. فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [القدر/1]
  4. الْعُسْرَ [البقرة/185]َ
  • Ra berharakat fathah atau dlummah, didahului alif mad, dan dimatikan karena waqaf.
  1. إِنَّ الْأَبْرَارَ [المطففين/22]
  2. الْقَهَّارُ [يوسف/39]
  • Ra berharakat fathah atau dlummah, didahului wawu mad, dan dimatikan karena waqaf.
  1. إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ [فاطر/30]
Ulasan tentang contoh ra tafkhim ini sudah cukup ya. Pastikan untuk paham materi agar bisa diterapkan dalam bacaan!. Semoga saja melalui artikel ini memberikan wawasan dan juga menambah pengetahuan ya. Trimakasih, 

Subscribe to receive free email updates: