3+ Jenis Tanwin dan Contohnya dalam Al-Qur’an


Apa perlunya membahas jenis tanwin dan contohnya? Tanwin adalah bagian yang selalu ditemukan dalam membaca Al-Qur’an. Itu sebabnya, sudah menjadi keharusan bagi seseorang yang membaca Al-Qur’an untuk tahu dan mengerti tentang tanwin.

Lantas apa saja jenis tanwin? Bagaimana pula penjabarannya? Anda bisa simak ulasannya di sini hingga tuntas.

Jenis Tanwin


Tanwin merupakan tanda baca yang digunakan dalam bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an. Tanda baca ini merupakan bagian dari simbol bahwa cara membaca huruf yang menyandang tanwin tersebut adalah dengan menyertakan suara nun. Ini pula yang menyebabkan, hukum tanwin disamakan dengan hukum nun mati ketika dua hal ini bertemu dengan huruf-huruf dalam Al-Qur’an.

Membahas tanwin dari sisi hukum Tajwid berbeda dengan membahas tanwin dari sisi ilmu nahwu atau ilmu tata Bahasa Arab. Dari sisi ilmu nahwu, jenis tanwin bisa disebut tanwin tamkin atau tanwin muqobalah. Masing-masing tanwin tersebut memiliki pengertian berbeda.

Namun, karena yang dibahas ini adalah Ilmu Tajwid, maka jenis tanwin yang akan dibahas adalah dlummatain, fathatain, dan kasratain. Masing-masing tanwin dan contohnya akan dibahas berbarengan.

Dlummatain dan Contohnya


Dlummatain merupakan salah satu bentuk tanwin yang biasa ditulis di bagian atas suatu huruf. Bentuknya layaknya harakat dlummah, namun sedikit berbeda. Ada yang ditulis menyerupai harakat dlummah dengan tambahan ekor. Ada yang ditambah dengan harakat dlummah dengan tambahan garis lengkung di samping kepala dlummah.

Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang menggunakan dlummatain ada pada Surat At-Takwir berikut:

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ
 [التكوير/14]
Dlummatain disandang huruf sin pada kata نفس.

Fathatain dan Contohnya


Fathatain biasanya dibaca dengan huruf vokal a dan ditambahkan huruf mati n. Sehingga, tambahannya menjadi an. Penulisannya sama-sama di atas huruf yang menyandangnya. Biasanya, fathatain ini ditulis dengan garis semacam fathah, namun dibuat dobel.

Contoh fathatain salah satunya ada pada Surat Al-Insyiqoq berikut ini:

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا
 [الإنشقاق/8]

Perhatikan huruf ba’ pada kata حسابا tersebut! Terdapat dua garis di atas huruf tersebut, bukan? Itulah fathatain.

Kasratain dan Contohnya


Kasratain adalah jenis tanwin yang terakhir di antara jenis yang lain. Penulisannya sedikit berbeda dengan dua jenis tanwin sebelumnya. Pasalnya, kasratain ditulis di bawah huruf, bukan di atas huruf yang menyandangnya. Bentuk tanda yang digunakan adalah semacam tandan kasrah, tetapi ditulis dengan dua garis.

Bunyi yang dihasilkan dari tanwin ini adalah bunyi in. Contoh kasratain ada pada Surat At-Takwir berikut. Contoh ini adalah salah satu contoh saja. Contoh lainnya, masih banyak.
بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ 
 [التكوير/9]

Lihat huruf ba’ pada kata ذنب! Tanda dua garis di bawah huruf ba’ tersebut yang dinamakan kasratain.

Membaca Tanwin

Suara yang dihasilkan oleh tanwin, disamakan dengan suara yang dihasilkan oleh nun mati. Ini mengapa hukum bacaannya pun sama. Ada empat cara membaca tanwin ketika tanwin ini dihadapkan dengan Huruf Hijaiyyah.

Lima cara membaca tanwin tersebut adalah:
  • Dengan dibaca idzhar.
  • Dengan dibaca idghom.
  • Dengan dibaca iqlab.
  • Dengan dibaca ikhfa’.
Masing-masing cara tersebut membuat suara nun yang dihasilkan dari tanwin ada yang terdengar jelas, ada yang samar, ada juga yang tidak terlihat sama sekali. Dengan idzhar misalnya, suara nun yang dihasilkan dari tanwin akan terdengar jelas.

Membaca tanwin dengan idgham akan menghilangkan suara nun tersebut. Berbeda dengan membaca ikhfa’ yang suara nun-nya terdengar samar-samar, atau membaca dengan iqlab yang membuat suara nun tersebut berubah menjadi suara huruf mim.

Perbedaan cara baca ini diakibatkan oleh huruf yang ditemui oleh tanwin. Dan untuk itu, Anda harus tahu huruf apa saja yang akan ditemui tanwin untuk bisa membuatnya dibaca idzhar. Demikian juga dengan idgham, iqlab, serta ikhfa’.

Jika Anda tidak mengetahuinya, tentu akan sangat sulit untuk menentukan bagaimana cara membacanya.

Untuk mengetahui masing-masing hukum tersebut, ada baiknya Anda mencari referensi yang menjelaskan tentang hukum nun mati atau tanwin. Biasanya, cara baca idzhar dan tiga hukum lainnya dijelaskan secara lengkap dalam referensi terkait.

Setelah ulasan panjang di atas, tentu sudah tidak ada lagi pertanyaan tentang jenis-jenis tanwin dan contohnya dalam Al-Qur'an. Semoga melalui materi penjelasan ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Subscribe to receive free email updates: