Pengertian Al Jauf, Jenis Huruf, dan Contohnya dalam Makhorijul Huruf


Al jauf adalah salah satu makharijul huruf yang ikut menjadi pembahasan di antara beberapa macam makharijul huruf. Pertanyaannya, apa sebenarnya pengertian al jauf? Apa saja huruf hijaiyah yang masuk dalam kategori al jauf ini? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Al Jauf


Secara bahasa, al jauf berarti rongga. Tapi bisa juga diartikan bagian dalam atau perut. Hal ini sedikit berbeda dengan pengertian al jauf dari segi Ilmu Tajwid. Dalam Hukum Tajwid lengkap, al jauf menjadi istilah untuk makhraj huruf di antara rongga mulut dan tenggorokan.

Dalam satu pengertian yang diambil dari Kitab Fathu Robbil Bariyyah disebutkan:

مخرج الجوف: وهو الفراغ الذي بداخل الفم والحلق

Maksudnya, makhraj al jauf memiliki pengertian rongga di antara mulut dan tenggorokan. Pengertian ini tentu sudah cukup jelas untuk menjawab apa sebenarnya pengertian dari makhraj huruf al jauf, bukan?

Huruf Al Jauf


Huruf apa saja yang keluar dari al jauf? Huruf-huruf yang keluar dari al jauf adalah huruf alif, wawu, dan ya’ yang tergolong ke dalam huruf mad. Dengan kata lain, hanya huruf mad yang keluar dari al jauf.

Itu sebabnya, tiga huruf tersebut sering disebut dengan huruf mad. Ada juga yang menyebut dengan huruf hawaiyyah. Tetapi, ada yang menyebut tiga huruf tersebut dengan sebutan huruf jaufiyyah. Tentu saja, alasan huruf itu disebut huruf jaufiyyah karena keluar dari rongga, yaitu, rongga di antara mulut dan tenggorokan.

Contoh dan Makhraj Al Jauf


Setelah mengetahui huruf apa saja yang tergolong dalam huruf al jauf, maka menjadi elok jika Anda juga mengetahui penjelasan masing-masing huruf tersebut.

  • Alif Mad

Seperti yang sudah ditulis di atas, huruf alif yang merupakan bagian dari huruf mad ini, memiliki makhraj pada rongga mulut. Huruf ini dibaca tipis ketika huruf sebelumnya juga dibaca tipis.

Sebaliknya, jika hurus sebelumnya adalah huruf yang dibaca tebal, maka alif juga ikut terbaca tebal.
Cara baca alif mad harus benar-benar diperhatikan, terutama dari segi panjangnya. Sebab, tidak sedikit orang yang membaca mad dengan cara yang keliru tanpa disadari.

Misalnya, jika seseorang membaca mad tanpa memanjangkannya hingga dua harakat, maka sama saja, orang tersebut telah mengurangi huruf Al-Qur’an. Huruf apa yang dikurangi? Huruf alif.

Umumnya, jika bentuk alif ini berupa alif tatsniyyah, banyak yang membaca alif tersebut pendek. Ini seperti contoh-contoh alif mad berikut ini:
وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ
 [البقرة/35]
فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
 [البقرة/35]
وَمَا ظَلَمُونَا
 [البقرة/57]
أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ
 [البقرة/125]
أَنْ تَبَوَّآَ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا
 [يونس/87]
أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ
 [فصلت/29]

Dalam Al-Qur’an masih banyak contoh-contoh serupa. Perlu sekali orang yang membaca Al-Qur’an untuk memperhatikan alif mad tersebut, terutama dari segi panjangnya.

  • Wawu Mad

Makhraj wawu biasa adalah dua bibir dengan posisi terbuka. Wawu sendiri merupakan bagian dari huruf yang tergolong ke dalam huruf syafawiyyah. Tetapi, jika wawu menyandang harakat sukun, sedang huruf sebelumnya menyandang harakat dlummah, makhraj wawu akan bergeser. Dari yang semula adalah dua bibir, makhraj wawu akan bergeser ke rongga mulut serta tenggorokan.

Dalam beberapa keadaan, huruf wawu memang memiliki cara baca tersendiri yang harus diperhatikan. Misalnya, ketika wawu menyandang tasydid dan diwaqafkan, maka wawu harus ditekan agar tasydidnya terlihat.

Misalnya lagi, ketika wawu menjadi huruf mad, sedang huruf setelahnya adalah wawu, maka wawu tidak boleh diidghomkan. Sebaliknya, wawu harus dibaca panjang dua harakat. Contohnya:
آَمَنُوا وَعَمِلُوا
 [البقرة/25]

  • Ya’ Mad

Huruf ya’ yang menyandang harakat hidup, makhrajnya berada pada tengah lidah dan langit-langit. Karenanya, huruf ya’ ini menjadi bagian dari huruf al lisan. Namun begitu, jika huruf ini menyandang harakat sukun dan sebelumnya adalah harakat kasrah, maka makhrajnya akan bergeser. Makhraj ya’ akan berubah keluar dari antara rongga mulut dan rongga tenggorokan.

Cara bacanya pun mengikuti huruf sebelumnya. Maksudnya, pada keadaan menyandang harakat hidup, huruf ya’ dibaca tipis. Alasannya, huruf ya’ adalah huruf yang paling tipis. Tetapi, jika menjadi huruf mad, tebal-tipis bacaannya mengikuti huruf sebelumnya. Misalnya,
شَدِيدًا
 [فصلت/27]

Ulasan tentang pengertian al jauf ini sepertinya cukup ya. Jangan lupa untuk mencari referensi lain sebagai pembanding atas artikel yang telah kami selesaikan ini. Semoga saja bisa membantu bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Subscribe to receive free email updates: