Perbedaan Qolqolah Sugro dan Kubro dan Cara Membacanya [Lengkap]

Perbedaan Qolqolah Sugro dan Kubro dan Cara Membacanya



Dalam upaya lebih memahami tentang Bacaan Qolqolah dalam Ilmu Tajwid. Berikut HukumTajwid.Com akan mencoba memberikan referensi mengenai Perbedaan Qolqolah Sugro dan Kubro. Berikut penjelasan tersebut;
Baca: Pengertian Qolqolah Menurut Bahasa dan Istilah [Lengkap]

Perbedaan Qolqolah Sugro dan Kubro


Selain karena adanya faktor sukun asli atau aridli dan diakhir dan di tenga adalah segi perbedaan yang lain, hal ini sebagiamana yang dijelaskan Buku Tuntunan Ilmu Tajwid Praktif yang ada di halaman 106.
  1. Qolqolah yang terjadi di tenga kalimat disebut dengan sugro, hal ini lantaran karena proses qolqolahnya berlangsung kurang sempurna. Lisan secara serentak berpindah ke makhroj yang lain untuk mengucapkan huruf selanjutnya. Sedangkan qolqolah yang terjadi di akhir kalimat disebut dengan kubro, karena proses qolqolahnya berlangsung dengan sumpurna. Lisan tidak segara pindah ke makhroj yang lain, karena bacaannya berhenti pada huruf qolqolah tersebut.
  2. Qolqolah yang bersukun asli disebut dengan shugrh, karena terjadi melalui satu proses saja, yakni proses qolqolah tanpa iskan (penykunan huruf qolqolah). Sedangkan qolqolah yang bersukun aridli disebut dengan Kubro karena terjadi melalui dua proses, yaitu qolqolah dan iskan.

Cara Membaca Qolqolah Sugro dan Kubro


Cara mengucapkan qolqolah adalah dengan menekan kuat makhroj huruf qolqolah yang mati (Asli Maupun Baru) sehingga suara yang keluar dari lisan memantul dengan pantulan yang kuat dan jelas. Namun demikian pada qolqolah kubro haruslah lebih jelas daripada qolqolah kubro.
 
Bahkan banyak pendapat yang mengatakan jikalau pengucapan qolqolah kubro harus lebih kuat lagi ketika qolqolah kubro yang di waqofkan tersebut berada dalam kkeadaan bertasyidid. Untuk qolqolah Shugro, pada waktu pengucapannya dengan huruf qof dan tho’, pantulan suaranya mendekali bunyi “o”. Karena kedua huruf ini tersifati oleh sifat isti’la, sedangkan huruf yang lain akan terdengar mendekali bunyi “E” daam kata ‘Kera” dalam Bahasa Indonesia. Bahkan bunyi ini cenderung berubah-ubah tergantung pada harokat sebelum dan sesudahnya.
 
Demikianlah pembahasan serta ulasan materi tentang Perbedaan Qolqolah Sugro dan Kubro dan Cara Membacanya [Lengkap]. Semoga dapat membantu bagi siapapun yang sedang mendalami tentang “Ilmu Tajwid, Khususnya Bab Qolqolah”. Trimakasih, baca juga artikel lainnya;
  1. Pengertian Qoth’u Menurut Bahasa dan Istilah 
  2. Pengertian Saktah dan Contohnya Lengkap 
  3. Pengertian Idgam Bigunnah dan 5 Contoh dalam Al-Qur’an [Lengkap] 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbedaan Qolqolah Sugro dan Kubro dan Cara Membacanya [Lengkap]"

Posting Komentar